ORGANISASI
Organisasi pada dasarnya
digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama
secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan
terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi.
Organisasi adalah sekumpulan
dari orang-orang yang memiliki satu tujuan tertentu. Karena memiliki
tujuan tertentu, maka organisasi juga mengatur orang-orang yang menjadi anggota
dengan berbagai macam usaha dan kegiatan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Organisasi juga dapat di
artikan sebagai :
- Wadah berhimpunnya orang-orang dengan tujuan
yang sama
- Dimana orang- orang mengembangkan kapastitasnya
guna mengembangkan hasil yang mereka harapkan.
- Wadah dimana orang-orang, material, modal, mesin
dihimpun untuk kepentingan bersama
Organisasi memiliki struktur manajemen yang
menentukan hubungan antara fungsi dan posisi.
Didalam
Organisasi juga dikenal dalam istilah-istilah sebagai berikut:
Pengorganisasian adalah sistim, dalam menggerakkan modal, manusia dan
sumberdaya lainnya , Jadi
pengorganisasian adalah pola dan mekanisme
untuk mensinargikan berbagai sumberdaya agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.
Perilaku
Organisasi adalah suatu
disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu,
tingkat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual,
kelompok, maupun organisasi).
Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi.
Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari
organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu
politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan
studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan perilaku
organisasi
Komitmen
Organisasi (organisational
commitment) adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu
mengenal dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki
komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati
organisasi.(Griffin)
Komitmen
organisasi didefinisikan sebagai :
•
Keinginan kuat untuk
tetap sebagai anggota organisasi tertentu;
•
keinginan untuk berusaha
keras sesuai keinginan organisasi; dan
•
keyakinan tertentu, dan
penerimaan nilai dan tujuan organisasi. Dengan kata lain, ini merupakan sikap
yang merefleksikan loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan
di mana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan
keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan (Fred Luthan)
Pentingnya Berorganisasi
Dalam kehidupan sehari-hari, organisasi menjadi sebuah
kebutuhan nyata bagi manusia. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat berdiri
sendiri untuk menjalankan kehidupannya. Kesehariaannya akan selalu
bersinggungan dengan manusia yang lain. Persinggungan tersebut dapat
menguntungkan (kerja sama) dan dapat pula merugikan (menghisap/menindas). Agar
terjadi persatuan yang erat dari kelompok (golongan) manusia yang memiliki
kepentingan (tujuan) yang sama, maka manusia tersebut harus membentuk
organisasi sebagai wadah persatuan dan kekompakan. Organisasi yang akan
mengatur (memimpin) usaha-usaha golongan tersebut agar terwujud tujuannya.
Manfaat Berorganisasi bagi Mahasiswa
Beberapa manfaat berorganisasi bagi
mahasiswa, yaitu:
-Memperluas pergaulan
-Meningkatkan wawasan/pengetahuan
-Membentuk pola pikir yang lebih baik
-Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
-Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
-Melatih leadership (kepemimpinan)
-Belajar mengatur waktu
-Memperluas jaringan (networking)
-Mengasah kemampuan social
-Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya
Tips agar
organisasi bermanfaat
Beberapa tips bisa Anda jadikan pegangan dalam memilih
organisasi, agar organisasi itu sesuai dan bermanfaat bagi Anda, antara lain:
-Lihat visi dan misi organisasi itu
-Pelajari jenis kegiatan yang dilakukan. Apakah sesuai
dengan minat, kemampuan dan waktu luang Anda?
-Posisi apa saja yang ada dalam organisasi itu. Sesuaikan
posisi yang Anda inginkan. Pelajari kemungkinan Anda menduduki posisi itu.
-Setelah bergabung tunaikan hak dan kewajiban Anda dengan
bersemangat. Coba paling tidak 3 bulan
-Jika selama 3 bulan Anda merasakan manfaatnya maka
teruskan, dan jika tidak bermanfaat segeralah mundur dan cari organisasi lain
yang lebih sesuai.
Manfaat Ikut
Organisasi Mahasiswa di Kampus
Dengan mengikuti organisasi mahasiswa, manfaatnya banyak
sekali untuk masa depan kamu. Dengan catatan, kamu berperan sebagai partisipan
aktif, bukan sebagai anggota yang sekedar terdaftar namanya saja dan jarang
mengikuti kegiatan yang diadakan. Kalau hanya namanya yang terdaftar, kamu akan
melewatkan kesempatan-kesempatan untuk mempelajari soft skills yang nantinya
berguna di dunia kerja. Lalu kalau ikut, keuntungan apa yang kamu peroleh? Soft
skills seperti apa yang dapat kamu pelajari? Apa manfaatnya di dunia kerja
nanti? Nah di bawah ini dijelaskan beberapa diantaranya:
Melatih Leadership
Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang
harus kamu urus seperti acara-acara organisasi, yang tentunya melibatkan banyak
orang, baik itu sesama mahasiswa anggota organisasi ataupun orang-orang di luar
organisasi. Mahasiswa yang ikut organisasi kampus umumnya memiliki sikap dan
karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Mereka
lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun
menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi
sedang mengadakan suatu acara. Jika saat ini belum terbayang seperti apa
rasanya mengarahkan teman-teman sendiri, jika nanti sudah berpartisipasi dalam
organisasi, sadar atau tidak sadar, kamu akan terperangah bahwa sesungguhnya kamu
mampu melakukannya. Di dunia kerja, keterampilan leadership ini pasti
bermanfaat sekali. Seringkali di lowongan-lowongan kerja memasukkan leadership
sebagai salah satu kriteria untuk calon karyawan barunya, meskipun untuk posisi
level staf yang sebenarnya tidak memiliki bawahan. Kamu yang mengikuti
organisasi mahasiswa dipandang lebih memiliki inisiatif serta dapat memotivasi
dan mengarahkan diri sendiri dan rekan dalam bekerja. Atasan juga lebih senang
karena tidak harus mengarahkan kamu terus menerus.
Belajar Mengatur Waktu
Dengan ikut organisasi, memang waktu yang biasa kamu
gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang. Sementara itu,
kuantitas tugas kuliah tetap sama saja antara kamu yang ikut organisasi dan
teman-teman lain yang tidak ikut organisasi. Agar keduanya dapat berjalan
sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai, manajemen waktu yang baik
mutlak harus kamu lakukan. Mungkin pada awalnya, kamu akan sedikit kewalahan
membagi waktu untuk kuliah dan organisasi. Tapi, lama-lama kamu akan semakin
terbiasa. Selanjutnya, kebiasaan ini dapat terus terbawa sepanjang sisa hidup
kamu. Setelah bekerja di kantor nanti, kamu akan lebih terlatih dalam mengelola
tugas-tugas yang jumlahnya tidak sedikit dan menetapkan prioritas tugas mana
yang harus lebih dulu dikerjakan.
Memperluas Jaringan atau Networking
Di dalam organisasi akan banyak orang baru yang kamu
kenal. Teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain,
orang lain atau praktisi di bidang organisasi atau jurusan yang kamu pilih, dan
sebagainya. Mereka ini (bisa juga disebut sebagai jaringan) jangan diremehkan,
karena merupakan aspek yang penting, terutama bagi fresh graduate dan mereka
yang sedang mencari pekerjaan. Dari mereka, kamu akan dapat memperoleh informasi
mengenai lowongan pekerjaan. Entah itu dari kantor tempat mereka bekerja atau
dari informasi yang mereka miliki. Dan menurut kebiasaan di berbagai
perusahaan, rekomendasi kandidat dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan
tersebut biasanya prosesnya bisa lebih cepat, karena mereka telah memiliki
gambaran dari karyawan dalam tersebut mengenai kamu sebagai calon karyawan
baru.
Mengasah Kemampuan Sosial
Mereka yang tergabung dalam organisasi, umumnya secara
sosial juga lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Jika ikut
organisasi, kamu juga akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe
orang. Tidak hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dengan teman-teman dari
program studi yang lain. Dengan ini, tentu akan semakin memperluas pemahaman
kamu akan berbagai karakteristik orang. Sesuai pengetahuan umum, manusia adalah
individu unik. Semakin luas pergaulan kamu, maka pemahaman kamu akan manusia
dapat semakin kaya. Saat bekerja nanti, keterampilan ini akan sangat membantu.
Kamu akan lebih berpengalaman berinteraksi dengan berbagai karakter rekan
kerja, sehingga nantinya akan memudahkan kinerjanya kamu.
Problem Solving dan Manajemen Konflik
Banyak berinteraksi dengan orang dengan berbagai karakteristiknya, merupakan hal yang lumrah jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Demikian juga di dunia kerja, di mana deadline yang mendesak, rekan kerja yang kurang kooperatif atau sukanya menjatuhkan rekan kerja di depan atasan, dan lainnya yang rentan menimbulkan konflik. Jika sudah terbiasa mengatasi masalah dan konflik, kamu tidak akan kaget lagi dan sudah terbayang hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan masalah agar tidak sampai menurunkan perfoma kerja.
Banyak berinteraksi dengan orang dengan berbagai karakteristiknya, merupakan hal yang lumrah jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Demikian juga di dunia kerja, di mana deadline yang mendesak, rekan kerja yang kurang kooperatif atau sukanya menjatuhkan rekan kerja di depan atasan, dan lainnya yang rentan menimbulkan konflik. Jika sudah terbiasa mengatasi masalah dan konflik, kamu tidak akan kaget lagi dan sudah terbayang hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan masalah agar tidak sampai menurunkan perfoma kerja.
Berdasarkan uraian di atas,
dapat disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa berperan sebagai ajang simulasi
atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan karena bangku
sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan yang tergolong
soft skills seperti ini. Saat berada di dalam kelas, kita sebatas mendapat
pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Di buku-buku teks yang banyak
dijual di pasaran sebenarnya banyak mencantumkan teori-teori dan tips-tips
praktis mengenai soft skills ini. Namun jika tidak dipraktekkan ke dalam bentuk
perbuatan nyata atau benar-benar melakukannya, ya sama saja nihil. Karena
berkaitan dengan soft skills ini, ada perbedaan mendasar antara tahu teori dan
mampu mempraktekkannya ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kantor. Berdasarkan
pengalaman para recruiter perusahaan, seringkali memiliki riwayat organisasi
memang merupakan nilai tambah bagi calon pegawai baru. Seperti poin-poin
mengenai manfaat organisasi di atas, kebanyakan perusahaan berpendapat bahwa
calon pegawai yang memiliki pengalaman organisasi lebih terlatih jiwa
kepemimpinannya, memiliki manajemen waktu yang lebih baik, jaringannya yang
lebih luas, keterampilan interpersonalnya juga lebih baik, serta pemilihan
solusi dan pemecahan masalah yang lebih baik dan lebih terlatih menyelesaikan
konflik jika dibanding mereka yang tidak memiliki pengalaman organisasi.
Sumber : http://tkampus.blogspot.com/2012/04/pentingnya-organisasi-bagi-mahasiswa.html
tks y bermanfaat
BalasHapus