Masalah gizi
adalah gangguan pada beberapa segi kesejahteraan perorangan atau masyarakat
yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan zat gizi yang diperoleh
dari makanan. Sedang yang dimaksudkan dengan zat gizi adalah zat kimia yang
terdapat dalam makanan yang diperlukan manusia untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan. Sampai saat ini dikenal berbagai macam zat gizi yang
digolongkan menjadi dua yaitu zat gizi makro (zat gizi sumber energi seperti
karbohidrat, lemak dan protein) serta zat gizi mikro seperti vitamin dan
mineral (Soekirman 2000)
Vitamin A
dikenal sebagai vitamin penglihatan karena kekurangan vitamin A dapat
menyebabkan gangguan penglihatan yang dikenal dengan buta senja atau
xeropthalmia yang dikenal dengan “mata kering” yang dapat berlanjut pada
kebutaan. Sejak awal tahun 1980-an diketahui bahwa angka kematian meningkat
pada anak balita yang kurang vitamin A, bahkan sebelum ada tanda-tanda
xeropthalmia, KVA termasuk kedalam empat masalah gizi utama. Penelitian yang
dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1992 menunjukkan dari 20 juta
balita di Indonesia yang berumur enam bulan hingga lima tahun, setengahnya
menderita kurang vitamin A. Sedangkan data WHO tahun 1995 menyebutkan
Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang tingkat pemenuhan terhadap
vitamin A tergolong rendah.
Sementara studi
yang dilakukan Nutrition and Health Surveillance System (NSS),
Departemen Kesehatan, tahun 2001 menunjukkan sekitar 50 persen anak Indonesia
usia 12-23 bulan tidak mengonsumsi vitamin A dengan cukup dari makanan
sehari-hari. Oleh karena itu sangat penting untuk mngetahui masalah
kKurang vitamin A (KVA).
Yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui penyebab orang bisa terkena xerosis konjungtiva dan bitot
spot.
Definisi KVA
Kurang vitamin A pada awalnya akan
menderita buta senja yaitu ketidak mampuan melihat pada cahaya remang-remang
pada sore hari. Kurang vitamin A
Subklinis yaitu tingkat yang belum menampakkan gejala nyata. KVA subklinis
ditandai dengan rendahnya kadar vitamin A dalam darah di laboratorium.
Xeroftalmia adalah istilah yang menerangkan gangguan kekurangan vitamin A pada
mata, termasuk terjadinya kelainan anatomi bola mata dan gangguan fungsi sel
retina yang berakibat kebutaan. Xeroftalmia berasal dari bahasa latin berarti
mata kering karena terjadinya kekeringan pada selaput lendir (konjungtiva) dan
selaput lendir (kornea) mata.
Fungsi Vitamin A
Fungsi vitamin A pada mata terutama
pada proses penglihatan dimana vitamin A berperan dalam membantu proses
adaptasi dari temopat yang terang ke tempat yang gelap. Kekurangan vitamin A
mengakibatkan kelainan tersebutkarena terjadinya prosses metaplasi sel-sel
epitel, sehingga kelenjar-kelenjar tidak memproduksi cairan yang dapat
menyebabkan terjadinya kekeringan pada mata, disebut xerosis konjungtiva. Bila
kondisi ini berlanjut akan terjadi yang disebut bercak Bitot (Bitot Spot).
Penyebab Kekurangan Vitamin
A
Xeroftalmia terjadi akibat kekurangan
vitamin A. Bila ditinjau dari konsumsi makanan sehari-hari kekurangan vitamin A
disebabkan oleh :
-Konsumsi makan yang tidak
mengandung cukup vitamin A atau pro vitamin A untuk jangka waktu yang lama
-Pada bayi, bila tidak
diberikan ASI eksklusif
-Menu tidak seimbang (kurang
mengandung lemak, protein, seng, atau zat gizi lainnya) yang digunakan untuk
penyerapan vitamin A dan penggunaan vitamin A dalam tubuh
-Adanya gangguan penyerapan
vitamin A atao Pro vitamin A seperti pada penyakit antara lain penyakit
pankreas, diare kronik, kurang energi protein (KEP) dan lain-lain sehingga
kebutuhan vitamin A meningkat.
-Adanya kerusakan hati,
seperti Kwahiorkhor dan hepatitis kronik, menebabkan gangguan pembentukan RBP
(Retinol Binding Protein) dan pre-albumin yang penting dalam penyerapan vitamin
A.
Akibat Kekurangan Vitamin A
-Gangguan pengllihatan
(Rabun Senja dan Xeroftalmia)
-Gangguan pertumbuhan
-Daya tahan tubuh menurun
sehingga mudah terserang penyakit terutama penyakit saluran pernapasan atau
saluran pencernaan.
Tanda-Tanda Dan Gejala
Klinis
Kurang vitdamin A (KVA) adalah
kelainan sistemik yang mempengaruhi jaringan epitel dari organ-organ seluruh
tubuh, termasuk paru-paru, usus, mata dan organ lain, akan tetapi gangguan yang
karakteristik langsung terlihat pada mata
Pengertian
Xerosis Konjungtiva dan Bitot Spot
Bercak ini
merupakan penumpukan keratin dan sel epitel yang merupakan tanda khas pada
penderita xerophtalmia, sehingga dipakai sebagai kriteria penentuan prevalensi
kurang vitamin A dalam masyarakat. Pada keadaan berat tampak kekeringan
meliputi seluruh permukaan konjungtiva, konjungtiva tampak menebal
berlipat-lipat dan berkerut (Depkes 2003).
Setelah bagian putih mata kering,kusam dan tak bersinar,
bila konsumsi vitamin A dari makanan rendah dan tidak mendapatkan kapsul
vitamin A rutin, selanjutnya akan terjadi penimbunan sel epitelnya dan
adanya timbunan keratin (Bercak Bitot, Bitot’s spot). Jika ditemukan Bitot’s
spot harus dirujuk segera ke dokter ahli mata.
Pencegahan dan Pengobatan
Xerosis Konjungtiva dan Bitot Spot
Bila tidak ditangani akan tampak bercak putih seperti
busa sabun atau keju yang disebut bercak Bitot (X1B) terutama di daerah celah
mata sisi luar. Pada keadaan berat akan tampak kekeringan pada seluruh permukaan
konjungtiva atau bagian putih mata, serta konjungtiva tampak menebal,
berlipat-lipat dan berkerut-kerut. Bila tidak segera diberi vitamin A, dapat
terjadi kebutaan dalam waktu yang sangat cepat. Tetapi dengan pemberian kapsul
vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar bercak bitot akan membaik
dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam 2 minggu.
Kesimpulan
-Kurang vitamin A pada
awalnya akan menderita buta senja yaitu ketidak mampuan melihat pada cahaya
remang-remang pada sore hari.
-Xeroftalmia adalah istilah
yang menerangkan gangguan kekurangan vitamin A pada mata, termasuk terjadinya
kelainan anatomi bola mata dan gangguan fungsi sel retina yang berakibat
kebutaan.
-Pengobatan xerosis
konjungtiva dan bitot spot dengan
pemberian kapsul vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar bercak
bitot akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam
2 minggu.
Sumber:
http://paramitarachma.blogspot.com/2008_12_01_archive.html
As a sign of gratitude for how my husband was saved from Lymes, I decided to reach out to those still suffering from this.
BalasHapusMy husband suffered from Lymes and it was really tough and heartbreaking for me because he was my all and the symptoms were terrible, we tried various therapies prescribed by our neurologist but none could cure him. I searched for a cure and I saw testimony of so many people who were cured from Lymes , and so many others with similar body problems, and they left the contact of this doctor who had the herbal cure to Lymes. I never imagined Lymes had a cure not until I contacted him and he assured me my husband will be fine. I got the herbal medication he recommended and my husband used it and in one months he was fully okay even up till this moment he is so full of life.Lymes has a cure and it is a herbal cure contact the doctor for more info on drituaherbalcenter@gmail.com Dr Itua can cure Herpes,Hiv,Cancer,ALS,Copd,MS,Diabetes, and other disease talk to Dr Itua on how to get the medication. Thanks for reading my testimony .