Influenza atau
biasa disebut "flu", merupakan penyakit tertua dan paling sering
didapat pada manusia. Influenza juga merupakan salah satu penyakit yang
mematikan. Penyakit influenza pertama kali diperkenalkan oleh Hipocrates pada
412 sebelum Masehi. Pandemi pertama yang terdokumentasi dengan baik muncul pada
1580, dimana muncul dari Asia dan meyebar ke Eropa melalui Africa. Sampai saat
ini telah terdokumentasi sebanyak 31 kemungkinan terjadinya pandemi influenza
dan empat di antaranya terjadi pada abad ini yakni pada 1918 (Spanish flu) yang
menyebabkan 50-100 juta kematian oleh virus influenza A subtipe H1N1, 1957
(Asia flu) yang meyebabkan 1-1,5 juta kematian oleh virus influeza A subtipe
H2N2, dan 1968 (Hongkong flu) yang menyebabkan 1 juta kematian oleh virus
ifluenza A subtipe H3N2.
Penyakit
tersebut hingga saat ini masih mempengaruhi sebagian besar populasi manusia
setiap tahun. Virus influenza mudah bermutasi dengan cepat, bahkan seringkali
memproduksi strain baru di mana manusia tidak mempunyai imunitas terhadapnya.
Ketika keadaan ini terjadi, mortalitas influenza berkembang sangat cepat. Di Amerika Serikat epidemi influenza yang
biasanya muncul setiap tahun pada musim dingin atau salju menyebabkan rata-rata
hampir 20.000 kematian. Sedangkan di Indonesia atau di negara-negara tropis
pada umumnya kejadian
wabah influenza
dapat terjadi sepanjang tahun dan puncaknya akan terjadi pada bulan Juli.
Karena
sifat-sifat materi genetiknya, virus influenza dapat mengalami evolusi dan
adaptasi yang cepat, dapat melewati barier spesies dan menyebabkan pandemic
pada manusia. Burung air liar dan itik menjadi sumber virus yang potensial
sebagai pemicu pandemi di
Indonesia. Sedangkan ternak babi
berperan sebagai tempat reassortment virus avian influenza (VAI) dengan
virus human influenza. Burung puyuh
dapat juga menjadi tempat
reassortment dari VAI
asal berbagai burung yang
dijual di pasar
burung. Sementara peternakan
unggas menyediakan hewan peka dalam jumlah yang banyak yang memungkinkan
VAI mengalami evolusi yang cepat. Suatu Rencana Gawat Influenza diusulkan untuk
segera dikembangkan.
WHO menyatakan
bahwa awal tahun 2006 ini merupakan saat terdekat terjadinya pandemi flu sejak
pandemi terakhir tahun 1968. Data yang ada menunjukkan bahwa wabah avian
influenza hanya kurang satu syarat lagi untuk menjadi ”calon” pandemi, yaitu
belum ditemukan bukti penularan antarmanusia di masyarakat. Pengalaman masa
lalu, pandemi tahun 1918, misalnya, menunjukkan bahwa korban manusia dapat sampai
puluhan juta orang.
Diseluruh dunia
hingga April 2007 terdapat 172 kasus flu burung yang terkonfirmasi. Seperti
dapat terlihat dari laporan WHO kasus terbanyak di Vietnam (93 kasus) dan
Indonesia menduduki peringkat ke-2 dengan 81 kasus namun jumlah kematian di
Indonesia yang tertinggi, yaitu 63 dari 81 kasus.
PEMBAHASAN INFLUENZA
Disini Kita
akan membahas berbagai masalah tentang influenza.
Dimulai dari Definisi, Epidemiologi, Etiologi, Sifat
virus influenza, Patogenesis, Gambaran klinis, Komplikasi dan Pencegehan
Influenza.
Definisi
Influenza
yang dikenal sebagai flu adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dan
disebabkan oleh virus influenza tipe A, B dan bisa juga C.
Influenza
merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernapasan terutama ditandai oleh
demam, menggigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit
tenggorok dan batuk non produktif.
Influenza
adalah penyakit infeksi yang dapat menyerang burung dan mamalia yang disebabkan
oleh virus RNA famili orthomyxoviridae.
Epidemiologi Influenza
Influenza
merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di lingkungan masyarakat.
Walaupun ringan penyakit ini tetap berbahaya untuk mereka yang berusia sangat
muda dan orang dewasa dengan fungsi kardiopulmoner yang terbatas. Juga pasien
yang berusia lanjut dengan penyakit ginjal kronik atau ganggugan metabolik
endokrin dapat meninggal akibat penyakit yang dikenal tidak berbahaya ini.
Serangan penyakit ini tercatat paling tinggi pada musim dingin di negara
beriklim dingin dan pada waktu musim hujan di negara tropik. Pada saat ini sudah diketahui bahwa pada
umumnya dunia dilanda pandemi oleh influenza 2-3 tahun sekali. Jumlah kematian
pada pandemi ini dapat mencapai puluhan ribu orang dan jauh lebih tinggi dari
pada angka-angka pada keadaan non-epidemik.
Risiko
komplikasi, kesakitan, dan kematian influenza lebih tinggi pada individu di
atas 65 tahun, anak-anak usia muda, dan individu dengan penyakit-penyakit
tertentu. Pada anak-anak usia 0-4 tahun, yang berisiko tinggi komplikasi angka
morbiditasnya adalah 500/100.000 dan yang tidak berisiko tinggi adalah
100/100.000 populasi. Pada epidemi influenza 1969-1970 hingga 1994-1995,
diperkirakan jumlah penderita influenza yang masuk rumah sakit 16.000 sampai
220.000/epidemik. Kematian influenza
dapat terjadi karena pneumonia dan juga eksaserbasi kardiopulmoner serta
penyakit kronis lainnya. Penelitian di Amerika dari 19 musim influenza
diperkirakan kematian yang berkaitan influenza kurang lebih 30 hingga lebih
dari 150 kematian / 100.000 penderita dengan usia > 65 tahun. Lebih dari 90%
kematian yang disebabkan oleh pneumonia dan influenza terjadi pada penderita
usia lanjut.
Di Indonesia
telah ditemukan kasus flu burung pada manusia, dengan demikian Indonesia
merupakan negara ke lima di Asia setelah Hongkong, Thailand, Vietnam dan
Kamboja yang terkena flu burung pada manusia.
Hingga 5 Agustus 2005, WHO melaporkan 112 kasus A (H5N1) pada manusia
yang terbukti secara pemeriksaan mikrobiologi berupa biakan atau PCR. Kasus
terbanyak dari Vietnam, disusul Thailand, Kamboja dan terakhir Indonesia. Hingga Agustus 2005, sudah jutaan ternak mati
akibat avian influenza. Sudah terjadi ribuan kontak antar petugas peternak
dengan unggas yang terkena wabah. Ternyata kasus avian influenza pada manusia
yang terkonfirmasi hanya sedikit diatas seratus. Dengan demikian walau terbukti
adanya penularan dari unggas ke manusia, proses ini tidak terjadi dengan mudah.
Terlebih lagi penularan antar manusia, kemungkinan terjadinya lebih kecil lagi.
Etiologi Influenza
Pada saat ini
dikenal 3 tipe virus influenza yakni A, B dan C. Ketiga tipe ini dapat
dibedakan dengan complement fixasion test.
Tipe A
merupakan virus penyebab influenza yang bersifat epidemik. Tipe B biasanya
hanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan dari tipe A dan kadang-kadang saja
sampai mengakibatkan epidemi. Tipe C adalah tipe yang diragukan patogenitasnya
untuk manusia, mungkin hanya menyebabkan gangguan ringan saja. Virus penyebab
influenza merupakan suatu orthomixovirus golongan RNA dan berdasarkan namanya
sudah jelas bahwa virus ini mempunyai afinitas untuk myxoatau musin.
Virus influenza
A dibedakan menjadi banyak subtipe berdasarkan tanda berupa tonjolan protein
pada permukaan sel virus. Ada 2 protein petanda virus influenza A yaitu protein
hemaglutinin dilambangkan dengan H dan protein neuraminidase dilambangkan
dengan N. Ada 15 macam protein H, H1 hingga H15, sedangkan N terdiri dari
sembilan macam, N1 hingga N9. Kombinasi dari kedua protein ini bisa menghasilkan
banyak sekali varian subtipe dari virus influenza tipe A.
Semua subtipe
dari virus influenza A ini dapat menginfeksi unggas yang merupakan pejamu
alaminya, sehingga virus influenza tipe A disebut juga sebagai avian influenza
atau flu burung. Sebagian virus influenza A
juga menyerang manusia, anjing, kuda dan babi. Variasi virus ini sering dinamai
dengan hewan yang terserang, seperti flu burung, flu manusia, flu babi, flu
kuda dan flu anjing. Subtipe yang lazim dijumpai pada manusia adalah dari kelompok
H1, H2, H3 serta N1, N2 dan disebut human influenza.
Sekarang ini
dihebohkan dengan penyakit flu burung atau avian influenza dimana penyebabnya
adalah virun influenza tipe A subtipe H5N1. Virus avian influenza ini
digolongkan dalam
Highly Pathogenic
Avian Influenza (HPAI).
Sifat Virus Influenza
Virus influenza
mempunyai sifat dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220C
dan lebih dari 30 hari pada suhu 00C. Mati pada pemanasan 60C
selama 30 menit atau 560C selama 3 jam dan pemanasan 800C
selama 1 jam. Virus akan mati dengan deterjen, disinfektan misalnya formalin,
cairan yang mengandung iodin dan alkohol 70%.
Struktur
antigenik virus influenza meliputi antara lain 3 bagian utama berupa: antigen S
(atau soluble antigen), hemaglutinin dan neuramidase. Antigen S merupakan suatu
inti partikel virus yang terdiri atas ribonukleoprotein. Antigen ini spesifik
untuk masing-masing tipe. Hemaglutinin menonjol keluar dari selubung virus dan
memegang peran pada imunitas terhadap virus. Neuramidase juga menonjol keluar
dari selubung virus dan hanya memegang peran yang minim 8 pada imunitas. Selubung inti virus berlapis
matriks protein sebelah dalam dan membran lemak disebelah luarnya.
Salah satu ciri
penting dari virus influenza adalah kemampuannya untuk mengubah antigen
permukaannya (H dan N) baik secara cepat atau mendadak maupun lambat. Peristiwa
terjadinya perubahan besar dari struktur antigen permukaan yang terjadi secara
singkat disebut antigenic shift.
Bila perubahan
antigen permukaan yang terjadi hanya sedikit, disebut antigenic drift.
Antigenic shift hanya terjadi pada virus influenza A dan antigenic drift hanya
terjadi pada virus influenza B, sedangkan virus influenza C relatif stabil.
Teori yang mendasari terjadinya antigenic shift adalah adanya penyusunan
kembali dari gen-gen pada H dan N diantara human dan avian influenza virus
melalui perantara host ketiga. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa adanya
proses antigenic shift akan memungkinkan terbentuknya virus yang lebih ganas,
sehingga keadaan ini menyebabkan terjadinya infeksi sistemik yang berat karena
sistem imun host baik seluler maupun humoral belum sempat terbentuk. Sejak dulu diduga kondisi yang memudahkan
terjadinya antigenic shift adalah adanya penduduk yang bermukim didekat daerah
peternakan unggas dan babi. Karena babi bersifat rentan terhadap infeksi baik
oleh avian maupun human virus makan hewan tersebut dapat berperan sebagai lahan
pencampur (mixing vesel) untuk penyusunan kembali gen-gen yang berasal dari kedua
virus tersebut, sehingga menyebabkan terbentuknya subtiper virus baru.
Patogenesis
Transmisi virus influenza lewat partikel udara
dan lokalisasinya pada traktus respiratorius. Penularan bergantung pada ukuran
partikel (droplet) yang membawa virus tersebut masuk ke dalam saluran napas.
Pada dosis infeksius, 10 virus/droplet, maka 50% orang-orang yang terserang
dosis ini akan menderita influenza. Virus akan melekat pada epitel sel di
hidung dan bronkus. Setelah virus
berhasil menerobos masuk kedalam sel, dalam beberapa jam sudah mengalami
replikasi. Partikel-partikel virus baru ini kemudian akan menggabungkan diri
dekat permukaan sel, dan langsung dapat meninggalkan sel untuk pindah ke sel
lain. Virus influenza dapat mengakibatkan demam tetapi tidak sehebat efek
pirogen lipopoli-sakarida kuman Gram-negatif.
Masa inkubasi dari penyakit ini yakni satu hingga empat hari (rata-rata
dua hari). Pada orang dewasa, sudah
mulai terinfeksi sejak satu hari sebelum timbulnya gejala influenza hingga lima
hari setelah mulainya penyakit ini.
Anak-anak dapat menyebarkan virus ini sampai lebih dari sepuluh hari dan
anak-anak yang lebih kecil dapat menyebarkan virus influenza kira-kira enam
hari sebelum tampak gejala pertama penyakit ini. Para penderita imunocompromise dapat
menebarkan virus ini hingga berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan.
Pada avian
influenza (AI) juga terjadi penularan melalui droplet, dimana virus dapat
tertanam pada membran mukosa yang melapisi saluran napas atau langsung memasuki
alveoli (tergantung dari ukuran droplet). Virus selanjutnya akan melekat pada
epitel permukaan saluran napas untuk kemudian bereplikasi di dalam sel
tersebut. Replikasi virus terjadi selama
4-6 jam sehingga dalam waktu 10 singkat virus dapat menyebar ke sel-sel di
dekatnya. Masa inkubasi virus 18 jam sampai 4 hari, lokasi utama dari infeksi
yaitu pada sel-sel kolumnar yang bersilia. Sel-sel yang terinfeksi akan
membengkak dan intinya mengkerut dan kemudian mengalami piknosis. Bersamaan
dengan terjadinya disintegrasi dan hilangnya silia selanjutnya akan terbentuk
badan inklusi. Adanya perbedaan pada reseptor yang terdapat pada membran mukosa
diduga sebagai penyebab mengapa virus AI tidak dapat mengadakan replikasi secara
efisien pada manusia.
Gambaran Klinis
Pada umumnya
pasien yang terkena influenza mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batuk,
pilek dan kadang-kadang sakit pada waktu menelan dan suara serak. Gejala-gejala
ini dapat didahului oleh perasaan malas dan rasa dingin. Pada pemeriksaan fisik
tidak dapat ditemukan tanda-tanda karakteristik kecuali hiperemia ringan sampai
berat pada selaput lendir tenggorok.
Gejala-gejala akut ini dapat berlangsung untuk beberapa hari dan hilang
dengan spontan. Setelah periode sakit ini, dapat dialami rasa capek dan cepat
lelah untuk beberapa waktu. Badan dapat mengatasi infeksi virus influenza
melalui mekanisme produksi zat anti dan pelepasan interferon. Setelah sembuh
akan terdapat resistensi terhadap infeksi oleh virus yang homolog. Pada pasien usia lanjut harus dipastikan
apakah influenza juga menyerang paru-paru. Pada keadaan tersebut, pada
pemeriksaan fisik dapat ditemukan bunyi napas yang abnormal. Penyakit umumnya
akan membaik dengan sendirinya tapi 11
kemudian pasien
acapkali mengeluh lagi mengenai demam dan sakit dada. Permeriksaan radiologis
dapat menunjukkan infiltrat di paru-paru.
Komplikasi
Komplikasi yang
dapat terjadi pada virus influenza adalah: Pneumonia influenza primer, ditandai
dengan batuk yang progresif, dispnea, dan sianosis pada awal infeksi. Foto
rongten menunjukkan gambaran infiltrat difus bilateral tanpa konsolidasi,
dimana menyerupai ARDS. Pneumonia bakterial sekunder, dimana dapat terjadi
infeksi beberapa bakteri (seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus
pneumonia, Haemophilus influenza).
Pencegahan
Yang paling
pokok dalam menghadapi influenza adalah pencegahan. Infeksi dengan virus
influenza akan memberikan kekebalan terhadap infeksi virus yang homolog. Karena
sering terjadi perubahan akibat mutasi gen, antigen pada virus influenza akan
berubah, sehingga seseorang masih mungkin diserang berulang kali dengan jalur
(strain) virus influenza yang telah mengalami perubahan ini. Kekebalan yang
diperoleh melalui vaksinasi sekitar 70%. Vaksin influenza mengandung virus
subtipe A dan B saja karena subtipe C tidak berbahaya. Diberikan 0,5 ml
subkutan atau intramuskuler. Vaksin ini dapat mencegah tejadinya mixing dengan
virus yang sangat pathogen H5N1 yang dikenal sebagai penyakit avian influenza
atau flu burung. Nasal spray flu vaccine (live attenuated influenza vaccine)
dapat juga digunakan untuk pencegahan flu pada usia 5-50 tahun dan tidak sedang
hamil. Vaksinasi perlu diberikan 3-4 minggu sebelum terserang influenza. Karena
terjadi perubahan-perubahan pada virus maka pada permulaan wabah influenza
biasanya hanya tersedia vaksin dalam jumlah terbatas dan vaksinasi dianjurkan
hanya untuk beberapa golongan masyarakan tertentu sehingga dapat mencegah
terjadinya infeksi dengan kemungkinan komplikasi yang fatal.
Ada beberapa
kebiasaan yang di sarankan untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan lebih dini.
Mencuci tangan
Sebagian besar virus flu dapat menyebar melalui kontak langsung. Seseorang yang bersin dan menutupnya dengan tangan kemudian dia memegang telepon, keyboard komputer, atau gelas minum, maka virusnya akan mudah menular pada orang lain yang menyentuh benda-benda tersebut.
Mencuci tangan
Sebagian besar virus flu dapat menyebar melalui kontak langsung. Seseorang yang bersin dan menutupnya dengan tangan kemudian dia memegang telepon, keyboard komputer, atau gelas minum, maka virusnya akan mudah menular pada orang lain yang menyentuh benda-benda tersebut.
Virus mampu
bertahan hidup berjam-jam bahkan hingga berminggu-minggu. Oleh karena itu,
usahakan untuk mencuci tangan sesering mungkin.
Jangan menutup bersin dengan tangan
Bila kita menutup bersin dengan tangan, maka virus flu akan mudah menempel pada tangan dan dapat menyebar pada orang lain.
Bila kita menutup bersin dengan tangan, maka virus flu akan mudah menempel pada tangan dan dapat menyebar pada orang lain.
Jika kita merasa
ingin bersin atau batuk, gunakanlah tisu dan kemudian segera membuangnya.
Jangan
menyentuh muka
Virus flu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, maupun mulut. Menyentuh muka merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh anak-anak yang terserang flu dan akhirnya menjadi cara mudah menularkan virus tersebut pada orang lain di sekitarnya.
Minum banyak air
Air berfungsi untuk membersihkan racun dari dalam tubuh dan memberikan cairan pada tubuh. Orang dewasa yang sehat umumnya membutuhkan delapan gelas air per hari.
Virus flu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, maupun mulut. Menyentuh muka merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh anak-anak yang terserang flu dan akhirnya menjadi cara mudah menularkan virus tersebut pada orang lain di sekitarnya.
Minum banyak air
Air berfungsi untuk membersihkan racun dari dalam tubuh dan memberikan cairan pada tubuh. Orang dewasa yang sehat umumnya membutuhkan delapan gelas air per hari.
Bagaimana
menandai bahwa tubuh kita sudah mendapatkan cairan yang cukup? Jika warna urine
berwarna relatif jernih berarti tubuh kita memang mendapatkan cukup cairan,
sebaliknya jika berwarna kuning gelap berarti tubuh kita memerlukan lebih
banyak cairan lagi.
Mandi sauna
Meskipun belum terbukti bahwa mandi sauna dapat berpengaruh terhadap pencegahan flu, namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang mandi sauna dua kali per minggu akan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terserang flu.
Meskipun belum terbukti bahwa mandi sauna dapat berpengaruh terhadap pencegahan flu, namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang mandi sauna dua kali per minggu akan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terserang flu.
Hal tersebut
memang sesuai dengan teori bahwa ketika kita menghirup uap panas lebih dari
suhu 80 derajat celcius akan menyebabkan virus flu akan sulit untuk bertahan.
Menghirup udara segar
Menghirup udara yang segar memang sangat penting bagi kesehatan tubuh, khususnya di cuaca yang dingin karena cuaca seperti ini akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap virus flu.
Lakukan olahraga aerobik secara teratur
Olahraga aerobik dapat mempercepat jantung untuk memompa darah lebih banyak sehingga kita bernafas lebih cepat untuk membantu mentransfer oksigen ke paru-paru dan ke dalam darah. Olahraga ini juga akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh secara alami.
Menghirup udara segar
Menghirup udara yang segar memang sangat penting bagi kesehatan tubuh, khususnya di cuaca yang dingin karena cuaca seperti ini akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap virus flu.
Lakukan olahraga aerobik secara teratur
Olahraga aerobik dapat mempercepat jantung untuk memompa darah lebih banyak sehingga kita bernafas lebih cepat untuk membantu mentransfer oksigen ke paru-paru dan ke dalam darah. Olahraga ini juga akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh secara alami.
Konsumsi
makanan yang mengandung phytochemical
Phytochemical merupakan bahan kimia alami yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang berperan memberikan vitamin pada makanan.
Phytochemical merupakan bahan kimia alami yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang berperan memberikan vitamin pada makanan.
Konsumsi yogurt
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yogurt yang rendah lemak setiap hari dapat mengurangi risiko terserang flu sekitar 25 persen.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yogurt yang rendah lemak setiap hari dapat mengurangi risiko terserang flu sekitar 25 persen.
Bakteri
menguntungkan yang terdapat di dalam yogurt diketahui dapat menstimulus
produksi sistem kekebalan tubuh untuk menyerang virus.
Relaksasi
Jika kita dapat mengajari diri sendiri untuk relaks atau santai, maka dengan sendirinya kita juga dapat mengaktifkan sistem imunitas tubuh.
Relaksasi
Jika kita dapat mengajari diri sendiri untuk relaks atau santai, maka dengan sendirinya kita juga dapat mengaktifkan sistem imunitas tubuh.
Diduga ketika
kita melakukan relaksasi, maka interleukin (bagian sistem imunitas yang
merespon terhadap virus flu) akan meningkat dalam aliran darah kita.
Casinos Near Me - JamBase
BalasHapusThe 경주 출장안마 Casinos 평택 출장샵 Near Me – Closest Ones · Hollywood 논산 출장샵 Casino 의왕 출장마사지 at Charles Town Races · Hollywood Casino at Hollywood Bay in Charles Town, MO · Fairfield Inn and 충청북도 출장샵 Suites